Banjarnegara- sinnewsbara.com
Memaknai bulan Ramadhan1447H, menyambut dengan gembira, Istana yatim setiap Ahad pagi setiap bulan Ramadhan Bersama binaan lansia sekitar gumiwang dan Binaan istana yatim dengan penuh semangat dan mengharao ridlo allah, Bersama ustaadz. Dr. Ahmad Nafis Atoilah, MA, di hadiri berkisar 160 jama’ah, (Ahad, 22 February 2026) atau HARI ke 3 said Ramadhan 1447h,)

Ust. Dr.H.Ahmad Nafis Atoilah, MA
Sebelum kajian di pimpin Ust. Aso Sunarso, Do’a khusus Alm. H Taslim Muwakif Lahan yang di dirikan Gedung istana Yatim At-taslim yasin terpadu
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Allāhumma firlahu warḥamhu, wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ mudkhalahu, waghsilhu bil mā’i wats-tsalji wal barad, wa naqqihi minal khaṭāyā kamā naqqaitats-tsauba al-abyaḍa minad-danas. Ya Allah, ampunilah beliau, rahmatilah beliau, sejahterakan dan maafkan beliau, muliakan tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, bersihkan dari segala dosa sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran.”_

Beliau Almarhum H. Taslim bin Sanduki adalah Muwakif Lahan untuk pembangunan Istana Yatim At-Taslim Yasin Terpadu, dan kami kenal beliau adalah orang baik dan throat agama, Allah mengampuni segala khilaf dan Salahnya, dan layak di tempatkan di surga-Nya Allah Subhanahu Wataala. Aamiin.
Kisah Imam Safi’i
Dari Kandungan hingga Lahir
Imam Syafi’i lahir pada tahun 150 H (767 M) di Gaza, wilayah Palestina. Ayahnya wafat ketika beliau masih kecil, sehingga beliau dibesarkan oleh ibunya dalam keadaan sederhana.
Ibunya dikenal sebagai wanita yang sangat menjaga kehormatan dan ketaatan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ibunya sangat menjaga makanan yang halal dan mendidiknya dengan kesungguhan sejak kecil. Namun, kisah bahwa sejak dalam kandungan sudah tampak keajaiban tertentu tidak memiliki sanad kuat yang masyhur dalam kitab-kitab sejarah utama.
Usia 7 Tahun Hafal Al-Qur’an
Riwayat yang kuat menyebutkan: Usia 7 tahun: hafal Al-Qur’an. Usia 10 tahun: hafal kitab Al-Muwatta karya Imam Malik. Usia belasan tahun: sudah diberi izin berfatwa. Ini menunjukkan kecerdasan luar biasa yang dibarengi kesungguhan dan keberkahan pendidikan dari ibunya.
Ketaatan dan Keberkahan Ilmu
Imam Syafi’i sangat menjaga:
Pandangan, Kehalalan makanan
Waktu, Adab kepada guru, Beliau pernah berkata bahwa hafalannya sempat melemah karena pernah melihat sesuatu yang tidak pantas, lalu gurunya menasihati agar meninggalkan maksiat karena ilmu adalah cahaya., Ini menunjukkan hubungan erat antara ketaatan (amaliyah sehari-hari) dengan keberkahan ilmu.
Tentang Pernikahan dengan “Gadis Shalihah”
Imam Syafi’i menikah dengan seorang wanita dari Yaman bernama Hamidah binti Nafi’. Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan nama “gadis delima” sebagaimana kisah populer di masyarakat. Itu kemungkinan kisah hikayat atau cerita motivasi, bukan riwayat sejarah yang kuat.
Namun benar bahwa beliau menikah dengan wanita shalihah, dan kehidupan rumah tangganya dikenal sederhana serta penuh ilmu.
Hubungan dengan Amaliyah (Bukan Khusus Ramadhan)
Pelajaran penting dari kisah Imam Syafi’i bukan hanya untuk Ramadhan, tetapi untuk amaliyah sepanjang hayat, seperti:
Menjaga kehalalan rezeki
Disiplin waktu
Hormat kepada orang tua
Mencari ilmu dengan adab
Menjaga lisan dan pandangan
Ramadhan memang waktu terbaik untuk meningkatkan amal, tetapi karakter seperti Imam Syafi’i dibentuk oleh istiqamah harian, bukan musiman.
Kesimpulan Hikmah
Keistimewaan Imam Syafi’i bukan hanya karena kecerdasan, tetapi karena:
Didikan ibu yang shalihah
Lingkungan ilmu,Ketaatan pribadi, Kesungguhan dalam belajar
Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak diberikan kepada orang yang gemar bermaksiat.
