Banjarnegara – sinnewsbara.com
Jumat, 9 Januari 2026 menjadi hari penting dan bersejarah dalam perjalanan wakaf antara H. Taslim dan Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN).
H. Taslim (91), dalam kondisi kesehatan yang menurun pasca operasi prostat, pada Rabu, 7 Januari 2026 baru saja kembali ke rumah dan masih terbaring di kamar tidur. Di tengah kondisi tersebut, Ketua YASIN berkunjung untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan persiapan pelaksanaan ikrar wakaf kedua, melanjutkan ikrar pertama pada tahun 2020 atas lahan di Dusun Mergayasa Kulon, yang direncanakan untuk pembangunan Masjid Nursalam dan asrama putra.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kedekatan, Ketua YASIN tampak memijat jari-jari dan kaki H. Taslim. Ungkapan lirih rasa nyaman (“kepenak”) terdengar dari beliau. Pada kesempatan itu disampaikan bahwa seluruh berkas pengajuan wakaf telah disetujui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat dan siap dilaksanakan ikrar wakaf. Hasil koordinasi dengan Kepala KUA disepakati pelaksanaan ikrar pada Jumat, 9 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, bertempat di kediaman H. Taslim. Mendengar hal tersebut, beliau menyatakan siap.

Pelaksanaan ikrar wakaf dilakukan saat H. Taslim berada di atas kursi roda, didampingi keluarga dan para pihak terkait. Terkait pembacaan ikrar, disepakati untuk dikuasakan kepada Kepala KUA, dengan disaksikan oleh 2 orang nazhir, 2 orang saksi, 2 petugas KUA, serta istri wakif dan dua anak beliau, yakni Edi Sutanto dan Lilis.
Dalam momen haru, H. Taslim mengenang asal-usul tanah dan perjuangan orang tuanya, almarhum Sanduki. Beliau memohon kepada Kepala KUA agar wakaf tersebut dapat diniatkan atas nama almarhum orang tuanya. Dijelaskan bahwa secara niat hal tersebut dimungkinkan, namun secara administrasi dan hukum wakaf tetap dilaksanakan oleh H. Taslim sebagai ahli waris sah, sebagaimana tercatat dalam Letter C dan SPPT.

H. Taslim tampak menangis tersedu, sesekali menyeka air mata. Terpancar rasa syukur dan harapan besar agar perjuangan orang tuanya menjadi amal jariyah, dengan keyakinan bahwa harta yang dibelanjakan di jalan Allah akan menjadi teman sejati di akhirat. Wakaf tanah tersebut diharapkan menjadi sarana ibadah dan kemaslahatan umat melalui pembangunan Istana Yatim dan masjid.
Prosesi ikrar wakaf berlangsung lancar. Kepala KUA membacakan data administrasi dan memberikan kesempatan kepada para saksi untuk mengoreksi bila terdapat kesalahan. Saat pembacaan nama saksi, terjadi koreksi dari “Setiyono” menjadi Setiyanto, yang langsung diperbaiki. Seluruh rangkaian acara kemudian diselesaikan dengan baik dan sah.

Ketua Yayasan Salam Abadi Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya ikrar wakaf tersebut. Ia juga memohon maaf karena tidak dapat hadir lebih awal, mengingat pada waktu bersamaan Yayasan tengah melaksanakan bakti sosial pemeriksaan mata dan pembagian kacamata baca gratis sebanyak 120 penerima, yang dilaksanakan dalam dua sesi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peringatan Isra Mi’raj sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan, dengan semangat program:
“Tiada hari yang kosong dari membaca Al-Qur’an.”
Semua dilaksanakan dengan harapan memperoleh keberkahan dari Allah SWT.

Wage | Bara | sinnewsbara



