Banjarnegara – Sinnewsbara.com Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) pada Kamis, 30 Oktober 2025 bertempat di Aula Lantai II Dinsos PPPA Banjarnegara.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat undangan resmi bernomor 005/2019/Dinsos PPPA/2025 tertanggal 27 Oktober 2025, yang ditujukan kepada 60 peserta dari 23 lembaga. Namun, pada pelaksanaannya, jumlah peserta yang hadir hanya 23 orang, dan hal ini menjadi bahan evaluasi ke depan, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Dinsos PPPA Banjarnegara, Yuliati, S, Sos
Kepala bidang Dayasos Imam Subarkah mengenalkan diri bahwa saat ini telah resmi menjadi bagian keluarga besar di dinas sosial, yang baru pekan lalu di lantik menggantikan bu ety, yang telah di mutasi dan menjabat sebagai sekcam di kecamatan rakit, Imam Subarkah sebelumnya lama bertugas di Dinas Kesehatan, beliau sangat senang di masa akhir tugasnya akan semakin memberikan kesempatan kiprah di bidang sosial.
Fakih Sosialisasi Quota YAPI dan Perampingan Petugas PKH
Dalam sesi utama, narasumber menjelaskan sosialisasi terkait program YAPI (Yatim Piatu). Disebutkan bahwa saat ini petugas PKH (Program Keluarga Harapan) telah mengalami perampingan struktur dari Kemensos, sehingga tidak ada lagi petugas di setiap kecamatan. Hanya terdapat dua personel di tingkat kabupaten yang harus mengasesmen sekitar 1.400 anak YAPI di Banjarnegara.
Dari jumlah tersebut, baru sekitar 100 anak yang berhasil terasesmen. Mas Fakih, perwakilan dari bidang terkait satu tim beesama Yordan, menjelaskan bahwa kuota YAPI sudah penuh, sehingga tidak ada input data baru untuk saat ini. Namun, pihaknya tetap memberikan blangko untuk mendata anak secara lengkap apabila terdapat LKS, yang ingin mendaftarkan anak binaan mereka ke program YAPI di masa mendatang.
Pembentukan Kepengurusan Baru LKKS Kabupaten Banjarnegara
Di sesi akhir, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Imam, menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan baru LKKS Kabupaten Banjarnegara menjadi hal mendesak, mengingat sejak 2023 terjadi kekosongan kepemimpinan.
Dari hasil musyawarah peserta, terpilih Taufiq Hariyadi,S.E, dari LKS Al-Hidayah Gemuruh sebagai Ketua LKKS Kabupaten Banjarnegara masa bakti 2025–2029. Taufiq sebelumnya menjabat sebagai sekretaris LKKS periode 2019-2023. Sebagai wakil ketua, terpilih Wagino, Ketua LKS Yasin, yang sebelumnya menjabat sebagai pengurus Divisi Data bersama Bastian Aldi. Sementara itu, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Agus Supriadi, S. Pd,I, yang juga menjabat sebagai Ketua Pekerja Sosial Profesional dan baru saja dilantik tiga bulan lalu oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia.
Kepala bidang Imam menjelaskan, pembentukan kepengurusan baru ini menjadi prioritas karena harus segera mengirimkan nama Ketua LKKS ke tingkat provinsi. Hingga akhir acara, divisi-divisi kepengurusan belum dibentuk, dan akan dilanjutkan dalam rapat lanjutan berikutnya.
Rakor ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan koordinasi antar-LKS di Banjarnegara, terutama dalam pengelolaan data anak, validasi penerima bantuan, dan penataan kelembagaan sosial.
“Kita evaluasi bersama kehadiran dan peran aktif setiap LKS. Koordinasi dan pembaruan data sangat penting agar setiap anak asuh dan lembaga mendapatkan hak dan perhatian yang layak,” ujar Sekretaris Dinsos PPPA, Yuliati, menutup kegiatan tersebut.
Foto bersama, Peserta LKS & LKKS dan Dinas Sosial.
🟩 Catatan Redaksi Sinnewsbara Kegiatan Rakor LKS/LKKS ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan LKKS Banjarnegara periode 2025–2029 untuk memperkuat kolaborasi antar-lembaga sosial dan memastikan program bantuan seperti YAPI tepat sasaran.