Banjarnegara – Sinnewsbara.com

Jumat, 26 September 2025, Kirab Hari Jadi ke-208 Desa Blambangan, Rampak Minak Jingga Jadi Ikon Budaya.

Suasana Balai Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jumat malam (26/9), tampak semarak sejak pukul 19.00 WIB. Peserta undangan mulai berdatangan dan mengisi daftar hadir rangkap dua, sementara acara resmi dimulai tepat pukul 20.00 WIB.

Kepala Desa Blambangan, Sukisno, dalam sambutannya mengucap syukur ke hadirat Allah SWT serta menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Blambangan yang telah bersama-sama “nyengkuyung” BPD, Pokdarwis, LP3M, Karang Taruna, Linmas, RT, RW, PKK, BUMDes, Kopdes, Penggiat Seni, dan Tokoh Masyarakat, atas terselenggaranya Kirab Hari Jadi Desa Blambangan ke-208.

Kepala Desa Sukisno Apresiasi Kepada Masyarakat atas Terselenggaranya HJ208 Desa Blambangan

“Ini bagian dari sejarah, mengangkat Desa Blambangan bukan hanya dikenal di Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga bisa sampai ke tingkat nasional bahkan dunia. Ke depan, insyaAllah bisa lebih luar biasa,” ungkap Sukisno penuh semangat.

Malam tasyakuran semakin hidup dengan membahas tampilan budaya Rampak Minak Jingga, yang menjadi ikon utama kegiatan. Meski demikian, penampilan kesenian lain pun tak kalah memikat.

Sementara itu, Ketua BPD Hasanudin memulai sambutannya dengan pantun, meski sempat dipelesetkan oleh hadirin dengan celetukan “Joko Sembung makan ketoprak, nggak nyambung, Pak.” Hasanudin menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan masyarakat Blambangan dari generasi muda hingga para sesepuh.

Acara shilaturahim hadir perwakilan tokoh seluruh Dusun, 8 RW, dan 44 RT, yang nantinya akan menyampaikan hasil evaluasi dan tasyakuran kepada warga di lingkungannya masing-masing. Tercatat, Desa Blambangan memiliki sekitar 6.000 jiwa penduduk.

Dari kalangan wisata, perwakilan Pokdarwis, Al-Mutaqien, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas terselenggaranya perhelatan besar ini. Ia juga memohon maaf jika masih terdapat kekurangan.

Sebagai koordinator panitia, Kuat Heri Isnanto, SH,MH, yang juga penggerak Pokmas D’Kuwondogiri, menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak. Menurutnya, kegiatan ini melibatkan tidak kurang dari 4.000 orang, yang berperan secara tertata dan rapi.

Para Peserta dan Tokoh Masyarakat yang ha
Ibu ibu PKK

Sehingga Desa blambangan yang sebagai Desa Wisata harus menerapkan konsep dari kementerian Pariwisata untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

  • Aman : Menjamin keamanan wisatawan dari segala bentuk ancaman, baik kejahatan maupun bencana.
  • Tertib : Adanya keteraturan, kepatuhan aturan, dan pelayanan yang baik.
  • Bersih : Lingkungan wisata yang sehat, bebas sampah, dan nyaman.
  • Sejuk : Suasana lingkungan yang segar, asri, dengan penghijauan.
  • Indah: Keindahan panorama alam, budaya, maupun buatan manusia.
  • Ramah: Sikap masyarakat dan pelaku wisata yang ramah, sopan, dan bersahabat.
  • Kenangan : Pengalaman berkesan yang membuat wisatawan ingin kembali.

Lebih lanjut, Kuat Heri Isnanto menilai bahwa Rampak Minak Jingga layak didaftarkan sebagai hak cipta budaya, agar menjadi identitas kuat Blambangan di era digital, bisa melalui online. Ia juga menyinggung dampak ekonomi dari acara ini, misalnya dari konsumsi takir lauk ayam sayur lengkap senilai Rp20.000 per bungkus yang dikalikan 4.000 peserta, menghasilkan perputaran uang sekitar Rp80 juta. Ditambah dengan busana adat Jawa lurik, kebaya, dan blangkon baru yang dikenakan peserta, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp366 juta. Sementara hal ini dengan suka cita di lakukan masing² peserta, sehingga begitu ringannya, dan menjadi budaya blambangan

Selain itu, hadir pula Gunungan Sayur mayur, buah buahan hasil bumi dari empat dusun, , sebagai simbol kesuburan dan kebersamaan untuk saling berbagi sesama masyarakat desa.

Budayawan Rampak Minak Jingga, Wagino, turut menyampaikan rasa syukur karena dapat berperan kembali setelah pengalaman pertamanya pada tahun 2017. “Saat itu kami tampil menyerupai Buto Hijau, sekarang dengan mahkota. Saya sangat setuju bila Rampak Minak Jingga dipatenkan,” ujarnya.

Sementara itu, Pak Toto Warsito selaku Liaison Officer (LO), mengingatkan agar generasi muda disiapkan sejak dini untuk melanjutkan tradisi Rampak Minak Jingga. Ia pun mengusulkan agar perayaan ini bisa digelar lebih besar dengan pola dua tahunan.

Toto Warsito Tokoh Masyarakat yang juga sebagai LO, Sekaligus Budayawan.

Kirab Hari Jadi ke-208 Desa Blambangan ini tidak hanya menjadi momen syukuran, tetapi juga ajang penguatan identitas budaya, persatuan warga, serta potensi ekonomi yang mengakar dari kearifan lokal.

Wage-Bara | Sinnewsbara.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *